Negara tujuan ekspor terbesar Indonesia menjadi salah satu indikator penting untuk melihat ke mana produk dalam negeri paling banyak dipasarkan. Indonesia memiliki hubungan perdagangan dengan berbagai negara, mulai dari kawasan Asia, Amerika, hingga Eropa.
Namun, dari banyaknya negara yang menjadi mitra perdagangan, sebagian ekspor Indonesia masih terkonsentrasi pada sejumlah pasar utama. Tiongkok, Amerika Serikat, dan India menjadi tiga negara yang memiliki peran besar dalam ekspor nonmigas Indonesia.
Berdasarkan data terbaru hingga Juli 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai US$167,03 miliar sepanjang Januari–Juli 2026. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas mencapai sekitar US$160,01 miliar.
Tiongkok Jadi Negara Tujuan Ekspor Terbesar Indonesia
Tiongkok masih menjadi pasar utama dalam perdagangan internasional Indonesia. Pada Januari–Juli 2026, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok mencapai sekitar US$40,62 miliar.
Angka tersebut menjadikan Tiongkok sebagai negara tujuan ekspor terbesar Indonesia berdasarkan nilai ekspor nonmigas pada periode tersebut.
Hubungan perdagangan Indonesia dan Tiongkok mencakup berbagai komoditas dan produk industri. Besi dan baja, produk nikel, serta bahan bakar mineral menjadi beberapa kelompok produk yang memiliki peran penting dalam perdagangan kedua negara.
Meski menjadi pasar ekspor terbesar, perdagangan Indonesia dengan Tiongkok juga memiliki sisi lain. Pada Januari–Juli 2026, Tiongkok menjadi negara dengan defisit perdagangan nonmigas terdalam bagi Indonesia.
Amerika Serikat Menjadi Pasar Ekspor Besar Berikutnya
Amerika Serikat merupakan salah satu pasar penting dalam kegiatan ekspor Indonesia. Negara ini menjadi salah satu tujuan utama produk Indonesia di luar kawasan Asia.
Pada Semester I 2026, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat mencapai sekitar US$15,82 miliar. Produk manufaktur menjadi salah satu bagian penting dari perdagangan Indonesia dengan pasar Amerika.
Beberapa produk yang banyak diekspor Indonesia ke Amerika Serikat antara lain mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian dan aksesorinya.
Amerika Serikat juga menjadi salah satu negara yang memberikan surplus perdagangan nonmigas terbesar bagi Indonesia. Hingga Juli 2026, surplus nonmigas Indonesia dengan AS mencapai sekitar US$12,81 miliar.
India Jadi Salah Satu Pasar Utama Indonesia
India juga termasuk dalam daftar negara tujuan ekspor terbesar Indonesia. Hubungan perdagangan kedua negara didukung oleh permintaan terhadap berbagai komoditas dan produk Indonesia.
Pada Semester I 2026, ekspor nonmigas Indonesia ke India mencapai sekitar US$9,25 miliar. Nilai tersebut menjadikan India sebagai salah satu pasar terbesar bagi produk Indonesia.
Bahan bakar mineral menjadi salah satu komoditas penting dalam perdagangan Indonesia dengan India. Selain itu, berbagai komoditas dan produk lainnya juga masuk ke pasar India.
Perdagangan dengan India turut memberikan surplus bagi Indonesia. Hingga Januari–Juli 2026, surplus perdagangan nonmigas Indonesia dengan India mencapai sekitar US$7,96 miliar.
Bukan Cuma Tiongkok, Amerika Serikat, dan India
Meskipun Tiongkok, Amerika Serikat, dan India menjadi pasar utama, ekspor Indonesia sebenarnya menjangkau banyak negara lainnya.
Jepang, Malaysia, Vietnam, Filipina, Singapura, Korea Selatan, dan Thailand merupakan beberapa negara yang juga memiliki hubungan perdagangan penting dengan Indonesia.
Sejumlah pasar bahkan menunjukkan pertumbuhan ekspor yang cukup tinggi. Pada Januari–Juli 2026, ekspor nonmigas Indonesia ke Hong Kong, Turki, dan Thailand tercatat tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa peluang ekspor Indonesia tidak hanya berada di pasar-pasar utama, tetapi juga terbuka di berbagai negara lainnya.
Kenapa Negara Tujuan Ekspor Penting?
Mengetahui negara tujuan ekspor terbesar Indonesia bukan sekadar melihat ke mana produk dalam negeri dikirim. Informasi tersebut juga penting bagi pelaku usaha yang ingin menentukan pasar potensial.
Setiap negara memiliki kebutuhan dan karakteristik pasar yang berbeda. Ada negara yang membutuhkan bahan baku industri, ada yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk manufaktur, sementara negara lainnya memiliki pasar yang besar untuk produk pertanian, perikanan, makanan olahan, hingga produk konsumsi.
Karena itu, memilih negara tujuan menjadi salah satu bagian penting dalam strategi ekspor dan memperluas peluang bisnis di pasar global.
Indonesia Perlu Memperluas Pasar Ekspor
Besarnya kontribusi beberapa negara terhadap ekspor Indonesia membuat diversifikasi pasar menjadi penting.
Dengan mencari pasar baru, produk Indonesia memiliki peluang untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan pelaku industri di berbagai kawasan.
Pertumbuhan ekspor ke sejumlah negara seperti Hong Kong, Turki, dan Thailand menunjukkan bahwa masih terdapat peluang untuk memperluas pasar di luar tujuan ekspor utama Indonesia.
Bagi pelaku usaha, diversifikasi pasar juga dapat menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap kondisi ekonomi dan permintaan dari satu atau beberapa negara tertentu.
Ekspor Indonesia Masih Didominasi Produk Nonmigas
Kinerja ekspor Indonesia pada 2026 masih banyak ditopang oleh sektor nonmigas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, total ekspor Indonesia pada Januari–Juli 2026 mencapai US$167,03 miliar, sementara ekspor nonmigas mencapai sekitar US$160,01 miliar.
Sejumlah produk industri dan komoditas menjadi bagian penting dalam kinerja ekspor tersebut. Bahan bakar mineral, besi dan baja, serta mesin dan perlengkapan elektrik termasuk kelompok produk yang berkontribusi terhadap ekspor Indonesia.
Kesimpulan
Tiongkok, Amerika Serikat, dan India menjadi tiga pasar utama ekspor nonmigas Indonesia pada 2026. Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor terbesar Indonesia, sementara Amerika Serikat menjadi salah satu negara dengan kontribusi surplus perdagangan terbesar.
India juga memiliki peran penting sebagai pasar ekspor sekaligus memberikan surplus perdagangan bagi Indonesia.
Di luar ketiga negara tersebut, Indonesia masih memiliki banyak pasar potensial seperti Jepang, Malaysia, Vietnam, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, dan Turki.
Bagi pelaku usaha yang ingin masuk ke pasar global, mengetahui negara tujuan ekspor merupakan salah satu langkah awal. Setelah itu, riset produk, permintaan pasar, pencarian buyer, regulasi, hingga kelengkapan dokumen perlu dipahami sebelum melakukan ekspor.
Ingin memahami ekspor dari dasar? Baca juga Panduan Lengkap Ekspor untuk Pemula: Dari Riset Pasar hingga Dokumen Utama di BISNARA.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dan Bank Indonesia. Data utama Januari–Juli 2026.

