Insight

Apa Itu TKDN? Pengertian, Cara Kerja, dan Pengaruhnya bagi Perusahaan Industri

TKDN menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri. Bagi perusahaan industri, memahami TKDN penting untuk mengenali ketentuan sertifikasi, mempersiapkan dokumen produk, dan melihat peluang dalam pengadaan barang dan jasa.

Yusuf Rochman Hakim

Penulis Utama

4 mnt baca0 dilihat
Apa Itu TKDN? Pengertian, Cara Kerja, dan Pengaruhnya bagi Perusahaan Industri
https://jete.id/license/tkdn/
Bagikan:

Dalam industri manufaktur dan pengadaan barang, asal bahan baku serta komponen yang digunakan dalam produksi dapat menjadi faktor penting. Di Indonesia, salah satu instrumen kebijakan yang berkaitan dengan penggunaan produk dalam negeri adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

TKDN berkaitan dengan upaya pemerintah mendorong pemanfaatan sumber daya lokal, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Bagi perusahaan manufaktur, produsen, dan pemasok industri, memahami TKDN dapat membantu dalam mempersiapkan dokumen produk serta mengenali persyaratan yang berlaku di pasar tertentu.

Lantas, apa itu TKDN, bagaimana cara kerjanya, dan apa pengaruhnya terhadap perusahaan industri di Indonesia?

Apa Itu TKDN?

TKDN adalah singkatan dari Tingkat Komponen Dalam Negeri, yaitu besaran kandungan dalam negeri pada suatu barang, jasa, atau gabungan barang dan jasa yang dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Dalam konteks produk industri, perhitungan TKDN dapat mempertimbangkan komponen produksi yang berasal dari dalam negeri sesuai metode dan kategori produk. Unsur yang diperhitungkan dapat mencakup bahan atau komponen, tenaga kerja, serta biaya tertentu dalam proses produksi.

Karena metode perhitungan dapat berbeda menurut kategori dan ketentuan yang berlaku, TKDN tidak bisa ditentukan hanya dengan melihat apakah sebuah produk dibuat di Indonesia atau menggunakan sebagian bahan baku lokal.

Mengapa Pemerintah Menerapkan TKDN?

Kebijakan TKDN berkaitan dengan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Program ini bertujuan mendorong penggunaan produk dalam negeri dan memperkuat kemampuan industri nasional.

Secara umum, kebijakan tersebut memiliki beberapa tujuan:

  • Mendorong industri lokal: meningkatkan pemanfaatan bahan, komponen, dan kemampuan produksi dalam negeri.
  • Memperkuat rantai pasok: membuka peluang bagi produsen serta pemasok lokal untuk berpartisipasi dalam kegiatan industri.
  • Meningkatkan daya saing: mendorong perusahaan meningkatkan kemampuan produksi dan kualitas produk.
  • Mendukung pengadaan produk dalam negeri: menjadi salah satu unsur yang relevan dalam kebijakan pengadaan barang dan jasa sesuai aturan yang berlaku.

Bagaimana Cara Kerja dan Penghitungan TKDN?

Penghitungan TKDN dilakukan berdasarkan kategori barang atau jasa serta metode yang ditetapkan dalam regulasi. Karena itu, perusahaan perlu memahami klasifikasi produk dan komponen yang dapat diperhitungkan sebelum menentukan nilai TKDN.

1. Mengidentifikasi komponen produksi

Perusahaan mengidentifikasi bahan baku, komponen, proses produksi, tenaga kerja, serta unsur biaya yang relevan sesuai kategori produk. Asal komponen dan bukti pendukungnya perlu dicatat dengan jelas.

2. Menyiapkan data dan dokumen pendukung

Data produksi, rincian bahan, struktur biaya, dan dokumen lain dapat diperlukan dalam proses penghitungan atau verifikasi. Dokumen yang dibutuhkan bergantung pada jenis produk dan mekanisme sertifikasi yang digunakan.

3. Mengikuti mekanisme penghitungan yang berlaku

Nilai TKDN dihitung menggunakan metode sesuai ketentuan Kementerian Perindustrian. Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya tidak menggunakan satu rumus sederhana untuk semua jenis barang dan jasa.

4. Memproses sertifikasi atau validasi sesuai skema

Perusahaan dapat mengikuti mekanisme sertifikasi melalui lembaga verifikasi yang berwenang atau skema khusus yang tersedia bagi industri kecil apabila memenuhi persyaratan. Hasil dan dokumen yang diperlukan mengikuti ketentuan resmi yang berlaku.

Apa Pengaruh TKDN bagi Perusahaan Industri?

1. Memengaruhi peluang dalam pengadaan tertentu

Dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, kebijakan penggunaan produk dalam negeri dapat memengaruhi persyaratan dan evaluasi penawaran. Nilai TKDN perlu dipahami bersama ketentuan pengadaan, jenis produk, dan persyaratan paket yang diikuti.

Namun, memiliki nilai TKDN tertentu tidak otomatis menjamin perusahaan memenangkan proyek. Pelaku usaha tetap harus memenuhi persyaratan teknis, administrasi, harga, dan ketentuan lain yang relevan.

2. Mendorong evaluasi rantai pasok

TKDN dapat mendorong perusahaan memetakan asal bahan baku, komponen, dan proses produksi. Informasi ini berguna untuk memahami ketergantungan pada pemasok luar negeri dan mengevaluasi kemungkinan penggunaan komponen lokal yang sesuai.

3. Membantu perusahaan menyiapkan dokumentasi produk

Proses penghitungan dan sertifikasi membutuhkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Perusahaan yang memiliki pencatatan bahan, biaya, dan proses produksi dengan baik akan lebih siap ketika perlu menyiapkan dokumen pendukung.

4. Membuka peluang bagi pemasok lokal

Ketika perusahaan meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, pemasok lokal yang memenuhi spesifikasi, kualitas, kapasitas, dan persyaratan harga dapat memperoleh peluang bisnis. Meski demikian, keputusan pemilihan pemasok tetap bergantung pada kebutuhan dan ketentuan masing-masing perusahaan.

Siapa yang Perlu Memahami TKDN?

TKDN relevan bagi berbagai pelaku usaha yang terlibat dalam produksi barang dan penyediaan jasa, terutama ketika mereka berhubungan dengan kebijakan penggunaan produk dalam negeri.

  • Perusahaan manufaktur: perlu memahami asal komponen dan pencatatan proses produksi.
  • Produsen barang industri: perlu mengetahui ketentuan penghitungan dan sertifikasi yang sesuai.
  • Pemasok dan distributor: perlu memeriksa persyaratan produk yang akan ditawarkan kepada pelanggan atau proyek tertentu.
  • Industri kecil dan menengah: dapat mempelajari skema yang tersedia, termasuk fasilitas khusus jika memenuhi persyaratan.
  • Penyedia barang dan jasa: perlu memeriksa apakah TKDN atau ketentuan produk dalam negeri menjadi persyaratan dalam pengadaan yang diikuti.

Bagaimana Proses Sertifikasi TKDN?

Perusahaan yang ingin memperoleh sertifikasi perlu mengikuti prosedur sesuai kategori produk dan skema yang berlaku. Sebagai langkah awal, pelaku usaha dapat memeriksa informasi resmi dari Kementerian Perindustrian.

  1. Identifikasi produk dan kategori industri yang sesuai.
  2. Pelajari persyaratan serta dokumen pendukung yang diperlukan.
  3. Periksa jalur sertifikasi atau skema khusus yang dapat digunakan.
  4. Ajukan permohonan melalui sistem atau lembaga yang ditentukan.
  5. Ikuti proses pemeriksaan, validasi, atau verifikasi sesuai ketentuan.

Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2025 mengatur ketentuan dan tata cara sertifikasi TKDN serta Bobot Manfaat Perusahaan (BMP). Informasi teknis dan perkembangan aturan sebaiknya diperiksa melalui sumber resmi sebelum perusahaan mengajukan sertifikasi.

Untuk referensi, kunjungi halaman informasi TKDN Kementerian Perindustrian.

Apakah Semua Perusahaan Wajib Memiliki Sertifikat TKDN?

Tidak tepat jika disimpulkan bahwa semua perusahaan wajib memiliki sertifikat TKDN dalam setiap kegiatan bisnis. Kebutuhan dan penerapannya bergantung pada jenis produk, skema yang berlaku, ketentuan pengadaan, serta persyaratan dari pihak yang membeli atau menggunakan produk tersebut.

Karena itu, perusahaan perlu memeriksa regulasi terbaru dan persyaratan pada setiap proyek atau transaksi yang relevan. Memiliki sertifikat TKDN dapat menjadi bagian dari kesiapan bisnis, tetapi bukan pengganti persyaratan teknis dan administrasi lainnya.

Kesimpulan

TKDN merupakan instrumen untuk mengukur kandungan dalam negeri pada barang atau jasa berdasarkan metode yang berlaku, sekaligus mendukung kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Bagi perusahaan industri, pemahaman mengenai TKDN dapat membantu dalam menyiapkan dokumen produksi, mengevaluasi rantai pasok, dan mengenali persyaratan pengadaan tertentu.

Langkah yang tepat adalah memahami kategori produk, memastikan data produksi tercatat dengan baik, serta memeriksa ketentuan sertifikasi melalui sumber resmi. Dengan begitu, perusahaan dapat menilai relevansi TKDN terhadap kebutuhan dan strategi bisnisnya secara lebih terukur.

BISNARA — Media Bisnis & Ekonomi Indonesia.

Yusuf Rochman Hakim

Ahli Bidang Export Import

Diskusi & Komentar

0

Ingin Ikut Berdiskusi di Artikel Ini?

Silakan masuk atau daftar akun pembaca Bisnara Media terlebih dahulu untuk menulis komentar. Nama dan profil akun Anda otomatis terverifikasi.

Memuat diskusi pembaca...